Pembuka film ini mengisahkan tentang kehidupan Michael beserta istri dan anaknya. Diceritakan pula tentang kebiasaan Michael menaiki kereta untuk pergi ke kantornya. Namun masalah mulai terjadi ketika Michael dipecat dari perusahaanya dimana ia telah bekerja selama sepuluh tahun, sedangkan ia harus mencari nafkah untuk keluarganya, untuk biaya anaknya nanti kuliah dsb.
Di scene berikutnya, ketika Michael berada didalam kereta ia bertemu dengan seorang wanita bernama Joana yang memberikan tawaran aneh untuk menemukan seseorang yang seharusnya tidak menaiki kereta tersebut.
Di usianya yang kini telah menginjak 65 tahun, Liam Neeson mampu memerankan karakter Michael dengan sangat baik. Terbukti dari beberapa adegan saya sangat tegang menontonnya, seperti antara hidup dan mati.
Penggermar Liam Neeson dalam Trilogy Film Taken pasti sudah mengetahui karakter apa yang dimainkan oleh Neeson ini. Film Commuter ini didukung oleh pemeran pendukung yang solid, termasuk Vera Farmiga yang hanya tampil dalam beberapa scene, namun kehadirannya menjadi sangat penting. Patrick Wilson yang juga bermain sebagai sahabat Michael menambah keseruan dengan misteri yang terjadi di dalam dirinya sehingga membuat penonton bertanya-tanya.
Dari segi cerita yang ditampilkan, The Commuter tetap memberikan cerita yang sama dengan film-film Liam Neeson lainnya seperti Taken dan Non-Stop, seakan penonton sudah bisa menerka apa yang akan terjadi. Untuk segi cerita, penonton harus menyimak betul apa sebenarnya konflik yang terjadi dalam kereta tersebut.
Dari segi cerita yang ditampilkan, The Commuter tetap memberikan cerita yang sama dengan film-film Liam Neeson lainnya seperti Taken dan Non-Stop, seakan penonton sudah bisa menerka apa yang akan terjadi. Untuk segi cerita, penonton harus menyimak betul apa sebenarnya konflik yang terjadi dalam kereta tersebut.
Saya mulai menyukai film ini dari setelah Michael bertemu dengan Joana (namanya sama dengan keponakan saya haha..) keseruan, ketegangan serta aksi yang dahsyat begitu mendebarkan.
Score 8,5/10
by : Muhammad Rizky





