• HAPPY NEW YEAR 2018

    Happy New Year 2018 dari Blog Bluray Hero

  • Ranking Weekend Box Office Minggu ini

    Minggu ini top 5 box office film Ferdinand turun peringkat ?. Simak list box office minggu ini
    .... Baca selengkapnya »


    Klik Disini untuk melihat gambar.

  • Jadwal Tanggal Rilis Film 2018

    2018 banyak film yang akan tayang. Dari Insidious: The Last Key, Maze Runner: The Death Cure, Tom Rider, A Quiet Place, dll dan untuk film superhero semua mengarah ke film Avengers: Infinity War, Film ditahun 2018 semoga membuat daya tarik kita untuk menontonnya di bioskop. Untuk membantu kalian melihat film yang akan datang, film yang diputar di bioskop, dan apa yang dijadwalkan ditahun 2018, kami telah menyusun daftar judul film dan tanggal rilis menjadi satu jadwal .... Baca Selengkapnya »

SELAMAT DATANG DI BLOG BLURAY HERO.. DOMAIN BLURAYHERO.ML AKTIF HINGGA FEBRUARI 2019. SATU BULAN SEBELUMNYA AKAN DIINFOKAN DOMAIN YANG BARU JADI PANTAU PESAN INI. --- TIDAK MENJUAL BLURAY BAJAKAN (BUKAN BLURAY COPY DAN BLU RAY RIP). DIJAMIN LEGAL, ORIGINAL! TERMURAH SE-INDONESIA!!

31/01/18

Review Film "12 Strong (2018)"

Sebuah film yang menceritakan tentang tim Pasukan Tentara Khusus dengan mengenakan kuda pertama yang dikirim ke Afghanistan setelah 9/11; Di bawah kepemimpinan kapten baru, tim yang berjumlah 12 orang harus bekerjasama dengan panglima perang Afghanistan untuk menjatuhkan Taliban.

Nonton trailernya sih kelihatannya cukup bagus filmnya. 12 Strong: Kisah Nyata dari Tentara Berkuda. Setelah peristiwa 9/11, 12 pasukan tentara khusus yang merupakan responden pertama, merekapun ditugaskan menuju Afganistan demi meyakinkan Jenderal Abdul Rashid Dostum yang merupakan pimpinan aliansi bagian utara afghanistan, bekerjasama untuk membantu melakukan perang tindak konvensional melawan pasukan Taliban.

Didalam perjalanan misi mereka, terdapat banyak konflik dan permasalahan, sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan kuda sebagai kendaraan mereka. Film ini cukup baik tidak membuat orang tertidur ketika menontonnya. Tidak terlalu banyak ngobrolnya, aksi para pemain Chris Hemsworth,  Michael Shannon, Michael Peña, dll sangat seru very classy. Dan pemain pendukung yang lainnya seperti isteri dari mereka ini, moment mengaharukan menurut saya sebelum para lelaki berpamitan hendak pergi perang.

Pengambilan gambar perdana film ini dimulai pada bulan Januari 2017 di New Mexico. Film ini dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 19 Januari 2018 di bioskop 2D dan IMAX. Special Efek tembakan dan letusan kereeen. Film ini sempat menuai kritikan dari kritikus, yang memuji pemeran dan actionya akan tetapi banyak jumlah angka yang dieksekusi dan kurangnya pandangan balik dari Perang di Afghanistan.

Film ini merupakan film drama perang Amerika 2018 yang disutradarai oleh Nicolai Fuglsig dan ditulis oleh Ted Tally dan Peter Craig. Film ini didasarkan pada buku non-fiksi Doug Stanton, Horse Soldiers, yang menceritakan tentang petugas paramiliter CIA dan Pasukan Khusus A.S., selain USAF Combat Controllers, dikirim ke Afghanistan segera setelah serangan 11 September.

Bagi penggemar film genre war: seperti beberapa film yang pernah saya tonton: Black Hawk Down, Lone Survivor, 13 Hours : The Secret Soldier of Benghazi. Fury, dll sama-sama bagusnya.
Score : 8,3/10
by : Muhammad Rizky

24/01/18

Review Film "Maze Runner: The Death Cure (2018)"

13.
Kali ini saya akan me review Film "Maze Runner: The Death Cure (2018)" kebetulan saya nonton sendirian tidak ikut nobar kali ini, karena malamnya ada acara lain. Lumayan lah di jam pertama 13.00 WIB IMAX TP5 jumlah penonton sekitar 34 orang an. Kali ini tidak banyak iklan hanya trailer film dan iklan cara penggunaan mtix dan Introducing IMAX
Film The Maze : Runner The Death Cure (2018), bercerita tentang seorang anak bernama Thomas (Dylan O'Brien) bersama tim sekelompoknya yang melewati banyak rintangan serta butuh perjuangan satu sama lain. Thomas (Dylan OBrien) dan teman lainnya yang berusaha keras untuk mencari sebuah penawar virus. Virus ini jika terkena manusia mereka akan berubah menjadi layaknya zombie. Virus ini dikenal sebagai Flare. Thomas beserta teman-temannya berjuang mati-mati an mereka harus melewati berbagai macam rintangan yang sangat berbahaya yang dapat mengancam keselamatannya kapan saja.

Keren abis dari mulai pembukaan awal sudah mantap, kemudian lanjut hingga pertengahan film begitu menegangkan dengan berbagai macam action yang ada. Setiap pemain memainkan perannya dengan sangat menjiwai, sangat baik. Banyak cerita yang tidak disangka-sangka dari apa yang anda pikirkan. Jika kalian menonton series  pertama dan series keduanya, kalian akan mengetahuinya. Durasi film menurut saya terlalu panjang seharusnya ada adegen atau cerita yang dapat dipersingkat. Film ini lebih terkesan bukan untuk mencari problem solved bagi umat manusia namun lebih ke rescue one individual. Akhir cerita menurut saya adalah sebuah kekecewaan besar, tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Namun itu tergantung dari kalian masing-masing.

Setelah berakhir film bisa langsung keluar, tidak ada credit atau scene tambahan.

Hanya ini yang dapat saya sampaikan, karena tidak ingin spoiler. Selamat menonton The Maze Runner, Score : 7,9/10 cukup baik untuk actionnya sangat memukau.
by : Muhammad Rizky
Happy New Year 2018 from Cinema XXI

18/01/18

Review Film "The Commuter (2018)"



The Commuter merupakan film ber genre drama misteri terbaru dari rumah produksi StudioCanal serta di distributori oleh Lionsgate. Film ini menandakan kolaborasi keempat antara Liam Neeson dan sutradara Jaume Collet-Serra setelah Unknown (2011), Non-Stop (2014), dan Run All Night (2015).

Pembuka film ini mengisahkan tentang kehidupan Michael beserta istri dan anaknya. Diceritakan pula tentang kebiasaan Michael menaiki kereta untuk pergi ke kantornya. Namun masalah mulai terjadi ketika Michael dipecat dari perusahaanya dimana ia telah bekerja selama sepuluh tahun, sedangkan ia harus mencari nafkah untuk keluarganya, untuk biaya anaknya nanti kuliah dsb.

Di scene berikutnya, ketika Michael berada didalam kereta ia bertemu dengan seorang wanita bernama Joana yang memberikan tawaran aneh untuk menemukan seseorang yang seharusnya tidak menaiki kereta tersebut.

Di usianya yang kini telah menginjak 65 tahun, Liam Neeson mampu memerankan karakter Michael dengan sangat baik. Terbukti dari beberapa adegan saya sangat tegang menontonnya, seperti antara hidup dan mati.

Penggermar Liam Neeson dalam Trilogy Film Taken pasti sudah mengetahui karakter apa yang dimainkan oleh Neeson ini. Film Commuter ini didukung oleh pemeran pendukung yang solid, termasuk Vera Farmiga yang hanya tampil dalam beberapa scene, namun kehadirannya menjadi sangat penting. Patrick Wilson yang juga  bermain sebagai sahabat Michael menambah keseruan dengan misteri yang terjadi di dalam dirinya sehingga membuat penonton bertanya-tanya.

Dari segi cerita yang ditampilkan, The Commuter tetap memberikan cerita yang sama dengan film-film Liam Neeson lainnya seperti Taken dan Non-Stop, seakan penonton sudah bisa menerka apa yang akan terjadi. Untuk segi cerita, penonton harus menyimak betul apa sebenarnya konflik yang terjadi dalam kereta tersebut.

Saya mulai menyukai film ini dari setelah Michael bertemu dengan Joana (namanya sama dengan keponakan saya haha..) keseruan, ketegangan serta aksi yang dahsyat begitu mendebarkan.
Score 8,5/10
by : Muhammad Rizky

13/01/18

Disney & Pixar menetapkan Coco untuk rilis di BD / 4K di bulan Februari, ditambah kebocoran terakhir Jedi art & beberapa kata tentang format HDR.

Disney dan Pixar baru saja mengumumkan Coco untuk rilis di Blu-ray, DVD, dan 4K Ultra HD pada tanggal 2/27, dengan rilis Digital HD dan Movies Anywhere diperkirakan pada tanggal 2/13. Rilis Blu-ray 4K Ultra HD akan menampilkan audio HDR10 dan Dolby Atmos, sementara 4k digital  akan menampilkan HDR10 atau Dolby Vision dengan audio Dolby Atmos. Blu-ray dengan audio bahasa Inggris 7.1 DTS-HD MA.

Ekstra pada semua edisi Blu-ray akan mencakup komentar pembuat film oleh Lee Unkrich (direktur), Adrian Molina (co-director), dan Darla K. Anderson (produser), 7 adegan yang dihapus dengan pengenalan pembuat film (Día de los Muertos, The Way dari Riveras, Celebrity Tour, The Bus Escape, Alebrije Attack, Perbaiki Keluarga, dan Ke Jembatan), 12 fitur belakang layar (The Music of Coco, Paths to Pixar: Coco, Selamat Datang di Fiesta, How to Buatlah Skeleton, Seribu Gambar Sehari, Mi Familia, Tanah Leluhur Kita, Fashion Melalui Abad, Gitar Nyata, Dante, Cara Membuat Papel Picado, dan Un Poco Coco), dan trailer Coco. Anda bisa melihat cover artwork di atas-kiri dan juga di bawahnya.

Berbicara tentang Disney dan 4K Ultra HD, ada kebocoran karya seni (melalui iklan Facebook yang bocor di Imagur dari pengguna fieldonfire, berkat teman kita Jeremy Conrad untuk head-up) yang menunjukkan Star Wars: The Last Jedi Blu-ray dan 4K kemasan dan retail eksklusif. Sepertinya Target akan memiliki versi Blu-ray eksklusif dengan kemasan art book, sementara Best Buy akan memiliki kemasan Blu-ray dan 4K Steelbook eksklusif. Anda bisa melihatnya di bawah ini. Kami berharap Disney membuat pengumuman resmi mereka tentang judul ini paling lambat minggu depan, jadi nantikan terus ...
Sementara hari ini, Kino Lorber dan Zeitgeist Films telah menetapkan Johnny's Old Stone untuk rilis di Blu-ray dan DVD pada 1/30.Berteriak! Pabrik dan IFC Films telah menetapkan Walking Out untuk rilis di Blu-ray dan DVD pada tanggal 2/6.Broad Green Pictures telah menetapkan Just Getting Started untuk rilis di Blu-ray dan DVD pada tanggal 2/27, dibintangi oleh Morgan Freeman, Glenne Headly, Tommy Lee Jones, dan Rene Russo.Dan kami memiliki satu update tentang judul HBO yang kami sebutkan kemarin: HBO awalnya memberi tahu kami bahwa Ballers: Season Three mengendarai Blu-ray dan DVD pada tanggal 3/18. Mereka baru saja mengubah tanggal rilis untuk disk ke 4/3.Sekarang, saya ingin berbicara sedikit tentang masalah yang diangkat oleh CES 2018 sehubungan dengan HDR. Pertama, ada sejumlah pembaca yang bingung dengan HDR10, HDR10 +, dan Dolby Vision, dan karena itu khawatir dengan perang format High Dynamic Range.Inilah yang saya pakai: Ini bukan perang format seperti DVD vs Divx, atau HD-DVD vs Blu-ray. Ini lebih mirip dengan perbedaan antara Dolby Digital dan DTS dalam format suara. Sekarang, keseluruhan tujuan HDR adalah untuk menghasilkan bayangan yang lebih realistis dan sorotan specular, rentang kontras yang lebih mirip kehidupan (dari kegelapan terdalam sampai kulit putih paling terang), dan dengan demikian rentang warna yang lebih mirip kehidupan. Satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan pengalaman HDR terbaik, terlepas dari formatnya, adalah memastikan Anda membeli display 4K yang menghasilkan gambar yang benar-benar cerah. Anda ingin memastikan bahwa layar Anda bisa mencapai setidaknya 1.000 nits brightness (unit inilah yang digunakan untuk mengukur kecerahan) dan lebih jika memungkinkan. Tampilan 4K terbaru bisa mencapai 4.000 nits. Semakin tinggi semakin baik dan inilah kuncinya: Semakin tinggi tingkat kecerahan Anda, semakin penting format HDR yang Anda lihat.Sekarang cara HDR10 bekerja adalah masing-masing cakram menyertakan informasi metadata, yang dilewatkan oleh pemain ke layar Anda, yang memberi tahu tampilan: "Begitulah terang brighter terang yang ada di film ini, dan begitulah gelapnya kegelapan terdalam seharusnya. . "Jadi, tampilan Anda menyesuaikan diri dengan tepat untuk memberikan gambar optimal untuk film itu. Sekarang, level tersebut diputuskan oleh sutradara, DP, dan colorist pada saat mereka melakukan color timing HDR. HDR10 diberi mandat untuk disertakan pada semua Ultra HD Premium bersertifikat 4K Ultra HD discs, sehingga Anda dapat mengandalkannya berada di sana pada hampir semua disk 4K terlepas dari studio.Apa yang Dolby Vision lakukan secara berbeda, apakah itu termasuk metadata khusus untuk setiap adegan baru (juga dikenal sebagai metadata "dinamis"), dan bahkan setiap tembakan baru, yang lagi ditetapkan oleh pembuat film. Metadata itu diproses oleh chip khusus di pemutar 4K maupun display. Keuntungannya adalah setiap momen film ditampilkan pada tingkat kecerahan optimal oleh tampilan Anda. Kelemahannya adalah Dolby Vision menambahkan sedikit lebih banyak pada biaya pemutar dan display hardware. Terlebih lagi, hanya perangkat keras dengan chip tersebut yang bisa diupdate firmware agar bisa bekerja dengannya. Dolby Vision juga mewajibkan produsen perangkat keras dan studio film untuk membayar biaya lisensi untuk penggunaannya. Dan mereka tidak suka melakukan itu.Jadi orang HDR10 memutuskan untuk membuat format metadata dinamis mereka sendiri, HDR10 +, sebagai alternatif. Ini memberikan banyak keuntungan yang sama dengan Dolby Vision, namun tidak memerlukan chip khusus di perangkat keras, yang berarti bahwa banyak pemain dan display yang lebih tua dapat diperbarui dengan firmware agar kompatibel dengannya. HDR10 + juga tidak mengharuskan pengguna membayar biaya lisensi untuk setiap penggunaan; Yang harus mereka lakukan adalah membayar biaya "berlangganan" tahunan. Jadi mereka menghemat uang.Sekarang, saya telah melihat ketiga format demoed dan saya telah melihat HDR10 dan Dolby Vision untuk sementara waktu sekarang. Mereka semua hebat. Sekali lagi, ingat: Jika Anda memiliki layar yang cukup terang, HDR10 biasa lama hampir tidak akan mengecewakan Anda. Dan lagi, HDR10 diberi mandat pada semua cakram dan perangkat keras bersertifikasi Ultra HD Premium (pemain dan display), jadi setidaknya Anda dapat mengandalkannya. Saat ini, ada sejumlah produsen yang termasuk Dolby Vision (LG, Sony, Vizio, Hisense, LeEco, Philips, TCL) atau HDR10 + (Samsung, Panasonic) di perangkat keras mereka. Mungkin ada beberapa yang mendukung keduanya akhirnya (dan jika pabrikan cerdas, mereka akan mendukung keduanya). Dari segi pemain, Panasonic mendukung kedua format di beberapa pemain 4K baru mereka. Kami menduga Oppo juga akan melakukannya (ini sudah mendukung Dolby Vision).

Jadi mana yang harus kamu beli? Baiklah, saya beri saran saya. Jika Anda mampu membelinya, dapatkan pemutar dan tampilan 4K yang akan mendukung Dolby Vision atau lebih baik lagi. Jika Anda memiliki anggaran yang sedikit lebih banyak, dapatkan pemain 4K yang mendukung Dolby Vision namun mintalah pabrikan jika mereka ingin menambahkan kompatibilitas HDR10 melalui pembaruan firmware. Dan dapatkan tampilan 4K paling terang (minimal 1.000 nits) dan tanyakan apakah mereka ingin menambahkan kompatibilitas HDR10 melalui update firmware juga. Dan jika anggaran Anda benar-benar ketat, pastikan Anda mendapatkan pemain terbaik yang Anda mampu dan dapatkan tampilan 4K paling terang yang Anda mampu (minimal 1.000 nits) dan tanyakan juga apakah mereka ingin menambahkan kompatibilitas HDR10 melalui pembaruan firmware. Ingat, selama pemutar dan displaynya bersertifikat Ultra HD Premium, mereka akan mendukung setidaknya HDR10 tidak peduli apa. Pada akhirnya, jika semua yang Anda raih adalah HDR10, jangan khawatir. Selama Anda memiliki tampilan yang terang (sekali lagi, setidaknya 1.000 nits), Anda masih akan menikmati pengalaman HDR yang hebat.Jadi apakah ini perang format? Hanya dalam artian itu mempersulit pilihan pembelian perangkat keras Anda sedikit lebih. Kedua format mungkin akan ada berdampingan seperti audio DTS dan Dolby Digital. Dalam hal perangkat lunak dan streaming 4K Ultra HD, hampir semuanya kompatibel dengan HDR10. Lihatlah Daftar Rilis Ultra HD 4K kami di The Bits - hampir semua judul tersebut memiliki HDR10. Hanya sekitar 30 judul yang dirilis sampai sekarang memiliki Dolby Vision (ditunjukkan dalam daftar kami oleh DV) pada saat posting ini, meskipun ada lebih banyak pilihan streaming 4K yang tersedia dengan Dolby Vision. Dan NONE dari disk tersebut menawarkan dukungan HDR10 +; kemungkinan besar akan muncul pertama kali dalam pilihan streaming 4K dari Amazon Prime dan layanan lainnya. Akhirnya, ia juga akan mulai muncul di Blu-ray HD 4K Ultra HD.Satu hal yang harus Anda sadari adalah ini: Beberapa film klasik yang lebih tua tidak memiliki informasi warna dan kontras dalam hal negatif untuk memungkinkan pewarnaan warna HDR. Jadi ketika Anda melihat mereka dirilis akhirnya di 4K Ultra HD, mereka mungkin tidak memiliki HDR sama sekali. Sekali lagi, jangan khawatir tentang hal itu. Begitulah adanya.Mudah-mudahan, ini menjelaskan beberapa hal untuk Anda tentang HDR. Kami akan terus membicarakan hal ini dalam beberapa minggu dan bulan lagi, dan kami akan memperbarui Anda karena ada perkembangan baru. Sekali lagi, jika Anda ingat TIDAK ADA ELSE yang telah kami katakan di sini, ingatlah ini: Jika Anda memiliki tampilan 4K yang cukup terang (1.000 nits atau lebih baik, dan semakin baik), Anda akan mendapatkan pengalaman HDR yang hebat dengan HDR10 biasa pada hampir setiap cakram yang kamu tontonBaiklah, kami akan meninggalkan Anda dengan melihat karya sampul untuk Coco dan lebih ...
Finn

07/01/18

Review Film "Insidious: The Last Key (2018)"

Nonton film kali ini saya tidak sendirian tapi rame-rame kita nobar midnight an, kurang lebih berjumlah 16 orang. Foto-foto dapat dilihat diakhir artikel.
Ahli roh jahat Elise Rainer menerima telepon yang dari seoang pria yang mengklaim bahwa rumahnya dihantui. Tidak disangka bahwa 413 Apple Tree Lane in Five Keys, N.M. merupakan rumah dimana Elise dibesarkan semasa kecil. Ditemani oleh dua asistennya,Elisi melakukan perjalan ke Five Keys untuk menghadapi dan menghancurkan ketakutan terbesarnya - makhluk sosok setan yang tak sengaja dibebaskannya bertahun-tahun yang lalu.

Film ini membawa penonton kedalam suasana horror alam gaib yang telah kita tau dari film pertamanya. Suasana horor tersebut didukung oleh efek suara yang biki semakin deg-deg an.

Dari segi akting, tidak diragukan lagi Lyn Shaye membawakan peran Elise dengan baik. Lyn berhasil memerankan Elise begitu menjiwai dalam melawan keseraman teror makhluk halus. Begitu juga dengan Angus Sampson yang dapat mencairkan suasana di dalam bioskop dengan tingkah konyol Tucker yang mengundang tawa, ini mampu mengurangi tingkat keseraman Insidious di beberapa adegan.

Bulu kuduk penonton akan berdiri karena efek suara yang menegangkan, visual yang menyeramkan dipadukan dengan makhluk yang mengerikan. Sosok wanita dengan tangan menyerupai kunci yang menjadi sosok jahat di film ini sukses membuat penonton terbawa dalam suasana yang menegangkan. Film ini lebih baik dari sekuel pendahulunya, namun sosok wanita jahat di film ini begitu mudahnya untuk dikalahkan. Menurut saya pribadi jika dibandingkan dengan beberapa judul film horror yang pernah saya tonton, saya tidak mendapatkan ekspektasi yang saya harapkan.
by : Muhammad Rizky
Score : 8,0/10
 



05/01/18

Trailer Perdana Film "Slender Man (2018)" Resmi Dirilis

Hak Cipta : Sony Pictures Entertainment
Slender Man pada bulan Mei 2016, diketahui bahwa Sony Pictures telah mulai mengembangkan Manusia Slender berdasarkan karakter mitos gaib yang diciptakan oleh Eric Knudsen, dengan skenario yang akan ditulis oleh David Birke. Sony's Screen Gems sedang dalam pembicaraan dengan Mythology Entertainment, Madhouse Entertainment, dan It is No Dream Entertainment untuk memproduksi dan mendistribusikan film tersebut.

Pada tanggal 4 Januari 2017, Sylvain White dipekerjakan untuk mengarahkan film tersebut, sementara produser di film tersebut adalah Mythology's Brad Fischer, James Vanderbilt, dan William Sherak, Robson Meisinger dari Madhouse, dan No Dream's Sarah Snow. Pada tanggal 22 Mei 2017, pemeran diumumkan termasuk Jaz Sinclair, Joey King, Julia Goldani Telles, Annalize Basso, Talitha Bateman, dan Alex Fitzalan. Pada bulan Juli 2017, Kevin Chapman bergabung dengan pemeran sebagai ayah berkarakter emosional.


Tahun ini Sony Pictures Entertainment akan merilis film "Slender Man" dan trailer pertama untuk film Slender Man yang dijadwalkan akan tayang pada tanggal 18 Mei mendatang di Amerika Serikat ini telah resmi diunggah ke YouTube. Film yang disutradarai oleh Sylvain White dan naskah ditulis oleh David Birke bersam dengan Victor Surge selaku pencipta sosok Slender Man ini bercerita tentang sosok tinggi kurus yang mengerikan dengan lengan panjang yang tidak wajar dan wajah tanpa wajah, yang dianggap bertanggung jawab atas penghinaan dan hilangnya anak-anak dan remaja yang tak terhitung jumlahnya.
by : Muhammad Rizky

Penasaran ... langsung aja kita tonton yuuk trailernya.

Official 1st Trailer :

Hak Cipta : Sony Pictures Entertainment

04/01/18

Review Film "Bleeding Steel (2017)"

Ga nyangka full satu studio untuk film ini. Baiklah kita mulai saja review singkatnya.
Honestly pas film baru dimulai pembukaan menggiring kita ke aksi panik campur sedih, eh ga taunya kamuflase langsung duuuarrr meledak membahana, luar biasa actionya keren abis untuk pembuka film. Film fantastis sebagai film pembuka di tahun 2018. Eksplosif duuaarr duuoorr keren... Aksi baku tembak tim polisi Jackie Chan melawan musuh berceceran dijalanan. Menegangkan spektakuler untuk sebuah pembuka film.

Seiring berjalannya cerita sesuai genrenya tidak ada comedy, bagi saya tetap ada adegan-adegan lucu walau memang tidak menonjol, itu sebabnya tidak dimasukkan kedalam kategori comedy karena memang menurut saya film ini full action. Setelah jackie chan bermain difilm terakhir the foreigner saya lebih merindukan aksi dari mr. jackie chan ini, diusianya yang kini telah menua. Film ini lebih mendominasi aksinya daripada comedynya. Aksi mr. jackie chan bertarung di atas atap sidney opera house bikin jantung berdebar. Menurut saya keseluruhan film ini cukup bagus untuk segi cerita, untuk segi action sangat bagus. Secara proporsi "pas banget" action plus little comedy.

Untuk para pemeran pendukung lainnya cukup bagus, cewek-ceweknya cakep semua, entah yang jadi tim nya jackie chan si susan namanya, anaknya jackie chan xixi dan ada si banci juga wkwkwk

Awal, tengah, akhir dimana-mana full action deh kalau menurut saya, very good ...
Pas filmnya udah kelar sabar yaa jangan beranjak dulu, nikmatin aja creditnya - behind the scene, quite funy a bit. Separuh penonton masih duduk menikmati scenenya sampai benar-benar habis.

Sukses deh untuk film awal tahun ini, bagus cukup menghibur dari pada kungfu yoga dan railroad tigers definitely no... I gave score for story is 7,5 and for the action 8,5
So Final Score is 8,0/10